Optimalkan 24 Juta Perjalanan Wisata, Farhan Dorong Paket Wisata Terintegrasi di Bandung
BANDUNG, Djabar.com β Sektor pariwisata Kota Bandung terus menunjukkan taji dengan catatan pergerakan wisatawan yang fantastis. Hingga saat ini, tercatat ada hampir 24 juta perjalanan dengan total mendekati 12 juta wisatawan yang masuk ke Kota Kembang.
Menanggapi potensi besar tersebut, Farhan menegaskan bahwa forum bisnis seperti Travel Mart yang diinisiasi oleh Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia (Parwindo) menjadi momentum krusial. Forum ini berfungsi memastikan investasi yang telah tertanam di sektor pariwisata dapat terpromosikan secara maksimal.
Sinergi Investor dan Seller Jadi Kunci
Menurut Farhan, kunci utama daya saing pariwisata Bandung terletak pada kolaborasi. Produk wisata harus dikemas dalam paket yang menarik dan kompetitif melalui sinergi antara investor, pelaku usaha, provider, dan seller.
“Acara seperti ini sangat penting. Kita ingin memastikan apa yang sudah dibangun oleh investor bisa dijajakan dalam paket-paket menarik oleh para seller,” ujar Farhan dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pariwisata adalah pilar utama dalam strategi ekonomi “Tourism, Trade, and Investment”. Kehadiran wisatawan bukan sekadar angka, melainkan pemicu transaksi luas di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.
Konsep Cekungan Bandung dan Wisata Terintegrasi
Meski wilayah administratif Kota Bandung terbatas secara lahan alam, Farhan mengingatkan bahwa Bandung adalah bagian dari Cekungan Bandung. Ia mendorong para pelaku industri untuk menciptakan paket wisata lintas wilayah yang terintegrasi.
- Contoh Integrasi: Menikmati kopi di pusat kota, dilanjutkan jalan-jalan ke Tahura, hingga healing di Ciwidey.
- Peran Parwindo: Diharapkan menjadi hub atau penghubung utama antara pemilik destinasi (provider) dan agen penjual (seller).
Komitmen Keamanan dan Kebersihan Kota
Selain strategi pemasaran, infrastruktur dasar dan kenyamanan menjadi sorotan. Pemkot Bandung berkomitmen membenahi fasilitas publik sesuai arahan Gubernur Jawa Barat. Farhan menekankan dua hal harga mati: Keamanan dan Kebersihan.
“Wisatawan harus merasa aman jalan jam berapa pun. Tidak boleh ada parkir liar atau kriminalitas seperti begal,” tegasnya.
Terkait kebersihan, terutama dalam mendukung sport tourism, Farhan memastikan petugas kebersihan sudah bekerja sejak pukul 04.00 WIB. Tujuannya, agar saat pagi hari wisatawan tidak melihat tumpukan sampah di jalanan.
Business to Business (B2B) Travel Mart
Ketua Pelaksana Travel Mart, Eko Purwono, menjelaskan bahwa ajang ini diikuti oleh 58 seller dari Jawa Barat, Jakarta, hingga Yogyakarta. Mereka dipertemukan dengan 102 buyer potensial dari agen perjalanan.
“Kami memfasilitasi skema B2B untuk presentasi produk dan penjajakan kerja sama guna mempercepat kemajuan pariwisata Jawa Barat,” kata Eko.
Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI Komisi XI, Fathi. Ia mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola industri ini. Fathi mengajak para pelaku usaha untuk tidak ragu membawa wisatawan sebanyak mungkin ke Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








