Indonesia Perluas Akses Perdagangan Global, Singapura Disebut Kurang Nyaman
DJabar.Com – Pemerintah menegaskan posisi Indonesia kian strategis dalam peta perdagangan global seiring agresifnya pembukaan akses pasar dan keterlibatan dalam berbagai perjanjian dagang internasional. Namun, langkah tersebut tidak sepenuhnya disambut positif oleh semua negara, termasuk Singapura yang disebut kurang nyaman melihat ekspansi ekonomi Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa berdasarkan kajian sebuah perusahaan asal Swiss, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan agenda pembukaan pasar terbesar di dunia pada 2025. Pemerintah dinilai aktif memperluas jaringan perdagangan ke berbagai kawasan, mulai dari Eropa hingga Amerika Utara.
Indonesia berhasil merampungkan perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa dan Kanada. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan nota kesepahaman sebagai langkah awal menuju CEPA dengan Inggris. Upaya tersebut melengkapi kerja sama dagang yang telah lebih dulu terjalin melalui skema Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) bersama negara-negara ASEAN dan mitra seperti China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
Airlangga menilai hampir seluruh pasar global kini terbuka bagi Indonesia, baik melalui kerja sama bilateral maupun regional. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia pada posisi terdepan di antara negara-negara ASEAN dalam kompetisi perdagangan internasional. Indonesia juga telah masuk dalam lingkaran Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan saat ini tengah menjalani proses technical review, dengan Thailand disebut menyusul langkah serupa.
Meski demikian, Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam, dalam keikutsertaan di skema Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Airlangga mengungkapkan bahwa Singapura tidak sepenuhnya menginginkan Indonesia bergabung dalam seluruh skema perdagangan bebas, bahkan pemerintah melihat adanya upaya untuk menghambat langkah Indonesia di sektor tersebut. Namun, bentuk gangguan tersebut tidak dijelaskan secara rinci.
Terlepas dari dinamika geopolitik dan persaingan regional, pemerintah menegaskan pembukaan akses pasar akan terus dilanjutkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Indonesia dinilai telah berada di jalur utama sebagai salah satu kekuatan ekonomi dengan pertumbuhan alternatif terbesar di dunia, berada di posisi kedua setelah China. Keunggulan tersebut juga didukung oleh daya saing sektor energi nasional yang dinilai lebih kompetitif dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








