Harga Daging Sapi Kuningan Ramadan 2026 Melonjak 40%, Pemkab Siapkan Solusi

KUNINGAN – Masyarakat Kabupaten Kuningan harus mulai merogoh kocek lebih dalam menyusul temuan lonjakan Harga Daging Sapi Kuningan Ramadan 2026 yang mencapai angka 40 persen. Kenaikan drastis ini terungkap saat Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan pangan di Pasar Ancaran dan Toserba Yogya pada Sabtu (14/2/2026). Angka ini menjadi kenaikan paling mencolok di antara komoditas pokok lainnya menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.


Anomali Harga Daging Sapi Kuningan Ramadan 2026 di Pasar Ancaran

Kenaikan harga menjelang hari besar memang lazim terjadi, namun lonjakan kali ini tergolong di luar rata-rata normal. Bupati Dian mencatat bahwa meskipun komoditas seperti cabai merah dan sayuran lain ikut merangkak naik, kenaikannya masih berada dalam koridor yang wajar. Sebaliknya, daging sapi menjadi instrumen pangan yang paling membebani daya beli warga saat ini.

Pemerintah daerah mengakui bahwa fenomena kenaikan Harga Daging Sapi di Kuningan jelang Ramadan 2026 ini sering berulang akibat tingginya permintaan pasar yang tidak sebanding dengan stok yang tersedia. Untuk memastikan akurasi data, Bupati berdialog langsung dengan para pedagang daging dan pembeli guna memetakan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat secara riil di lapangan.


Langkah Taktis Pemkab: Operasi Pasar Murah Kuningan Jadi Solusi

Menyikapi situasi yang memberatkan warga, Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak tinggal diam dan segera merancang langkah pengendalian inflasi daerah. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menekan laju kenaikan Harga Daging Sapi Kuningan Ramadan 2026 melalui rencana pelaksanaan Operasi Pasar Murah dalam waktu dekat. Program ini bertujuan untuk menetralisir harga sembako agar kembali stabil dan terjangkau oleh kantong masyarakat luas.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan menjadi motor utama dalam pengadaan pasar murah tersebut. Bupati menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan intervensi nyata untuk menjaga daya beli konstituennya. Selain daging sapi, pasar murah ini juga akan menyediakan kebutuhan pokok lain yang mulai menunjukkan tren kenaikan harga agar inflasi daerah tetap terkendali hingga Idul Fitri nanti.


Pengawasan Ketat Satgas Pangan untuk Amankan Pasokan

Demi menjamin tidak ada pihak yang bermain di tengah fluktuasi Harga Daging Sapi di Kuningan jelang Ramadan 2026, tim gabungan lintas sektor ikut dikerahkan dalam pengawasan ini. Kehadiran Satreskrim Polres Kuningan bersama perwakilan Kodim 0615/Kuningan mempertegas sinyal bahwa pemerintah akan menindak tegas segala bentuk penimbunan atau kecurangan distribusi pangan.

Pemerintah berharap melalui pengawasan terpadu dan rangkaian operasi pasar, masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani harga pangan yang mencekik. Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying, mengingat pemerintah telah menjamin bahwa ketersediaan stok pangan di Kabupaten Kuningan secara umum masih berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Atribusi & Sumber Informasi

Informasi ini diolah berdasarkan laporan resmi Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Bandung dan hasil monitoring lapangan Bupati Kuningan pada 14 Februari 2026. Seluruh data harga dan rencana kebijakan bersumber dari keterangan resmi pemerintah daerah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.