Gerakan Pangan Murah Kota Banjar: Strategi Ampuh Tekan Harga Sembako Ramadan

KOTA BANJAR, Djabar.com β€” Pemerintah Kota Banjar bergerak cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi warga di tengah lonjakan kebutuhan bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, melalui program Gerakan Pangan Murah Kota Banjar, pemerintah daerah bersama Polres Banjar menyulap area parkir Purwaharja menjadi pusat belanja murah pada Selasa (03/03/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan masyarakat tidak tercekik oleh harga pangan yang biasanya merangkak naik menjelang Idul Fitri.

Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, hadir langsung untuk memantau situasi di lapangan secara mendetail. Selain itu, beliau didampingi oleh Wakil Wali Kota, Dr. H. Supriana, M.Pd., guna memastikan seluruh komoditas esensial tersedia dalam jumlah mencukupi. Kemudian, mereka meninjau stand yang menyediakan beras, minyak goreng, hingga gula pasir dengan harga yang jauh berada di bawah standar pasar.

Sinergi Lintas Sektor dalam Operasi Pasar Murah Banjar

Selanjutnya, keberhasilan agenda besar ini tidak lepas dari kolaborasi apik antara pihak eksekutif dan aparat penegak hukum. Polres Banjar dan Pemkot Banjar bahu-membahu mengawal proses distribusi barang agar semuanya tetap tepat sasaran. Hasilnya, sinergi kuat ini berhasil menutup celah bagi para spekulan yang ingin bermain di tengah meningkatnya permintaan pasar.

Wali Kota Sudarsono pun menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kerja sama tim yang sangat solid tersebut. Menurut beliau, menghadirkan pangan dengan harga miring merupakan solusi nyata yang paling masyarakat butuhkan saat ini. Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen untuk tidak tinggal diam melihat fluktuasi harga yang mulai tidak wajar di pasaran.

Strategi Pengendalian Inflasi Daerah di Tengah Ramadan

Namun, Ir. H. Sudarsono menekankan bahwa Gerakan Pangan Murah Kota Banjar ini bukan sekadar acara seremonial tahunan belaka. Sebaliknya, kegiatan tersebut adalah bagian vital dari strategi perang melawan inflasi daerah yang kerap terjadi secara mendadak. Pasalnya, peningkatan permintaan selama bulan Ramadan sering kali memicu ketidakseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan warga.

“Momentum Ramadan selalu diiringi dengan peningkatan permintaan bahan pokok. Maka dari itu, melalui gerakan ini, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ungkap Sudarsono di sela-sela kegiatannya.

Harapan Warga: Stok Pangan Aman dan Harga Stabil

Di sisi lain, warga yang memadati area Purwaharja terlihat sangat antusias membawa pulang berbagai paket sembako. Program ini memang terbukti menjadi instrumen yang sangat efektif dalam menjaga keseimbangan pasar lokal. Olehkarenaitu, masyarakat sangat berharap agar kegiatan serupa terus terlaksana secara berkala di titik-titik lainnya.

Akhirnya, melalui konsistensi dalam menggelar bazar murah, Kota Banjar optimis mampu melewati masa Ramadan dengan kondisi ekonomi yang kondusif. Sebab, stabilitas harga bukan hanya sekadar urusan angka, tetapi juga tentang memberikan ketenangan bagi warga dalam menjalankan ibadah.

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.