Bupati Dony Ahmad Munir Tegaskan Dapur MBG Sumedang Wajib Publikasi Menu Lewat Dashboard Digital

KABUPATEN SUMEDANG, Djabar.com β€” Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menjamin kualitas asupan anak sekolah. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, secara tegas meminta setiap Dapur MBG Sumedang atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mempublikasikan menu makanan mereka melalui dashboard MBG Sumedang.

Langkah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya besar untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan orang tua siswa. Melalui sistem digital ini, masyarakat bisa memantau langsung apakah makanan yang sampai ke tangan anak-anak mereka benar-benar sehat dan higienis. Selain itu, Bupati meyakini kebijakan ini akan memicu kompetisi yang sehat antar pengelola Dapur MBG Sumedang dalam menyajikan kualitas terbaik.

Peran Strategis FKM dalam Mendukung Dapur MBG Sumedang

Instruksi tersebut muncul saat Bupati Dony menerima audiensi Forum Komunikasi Mitra MBG (FKM MBG) Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Selasa (3/3/2026). Forum ini hadir sebagai wadah bagi para mitra pengelola Dapur MBG Sumedang untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Ketua FKM MBG Sumedang, Oom Supriatna, menjelaskan bahwa forumnya tidak hanya fokus pada teknis memasak, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi warga.

Kehadiran FKM MBG Sumedang diharapkan mampu menghimpun tenaga kerja lokal dan menggerakkan sumber daya alam daerah untuk memenuhi kebutuhan operasional. Dengan kata lain, operasional Dapur MBG Sumedang juga menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang membantu menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di tingkat daerah.

Standar Ketat dan Izin Resmi Dapur MBG Sumedang

Bupati Dony Ahmad Munir mengingatkan agar seluruh pengelola Dapur MBG Sumedang bekerja secara profesional dan tidak sekadar menjalankan formalitas. Beliau menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam membangun generasi masa depan yang kuat. Oleh karena itu, seluruh persyaratan teknis dan perizinan, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), wajib dipenuhi oleh setiap pemilik dapur.

Koordinasi yang solid antara mitra dapur, SPPG, dan Satgas MBG menjadi kunci keberhasilan program ini. Bupati meminta agar semua pihak mengedepankan semangat saling menguatkan daripada saling menyalahkan. Forum ini harus menjadi ruang kolaborasi produktif untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kompetensi teknis para pengelola Dapur MBG Sumedang di lapangan.

Pasokan Bahan Baku dari Koperasi Desa untuk Dapur MBG Sumedang

Menindaklanjuti instruksi Presiden, Bupati mengungkapkan bahwa pasokan bahan baku untuk Dapur MBG Sumedang nantinya akan diarahkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Skema ini bertujuan agar potensi hasil bumi dari petani dan peternak lokal Sumedang dapat terserap secara optimal dan berkelanjutan.

Pemerintah Daerah saat ini tengah menyusun perencanaan matang agar KDKMP bisa menjadi pengepul utama yang memasok kebutuhan dapur secara rutin. Dengan integrasi ini, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyehatkan siswa, tetapi juga memberikan jaminan pasar bagi produk-produk lokal masyarakat Sumedang.

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.