Farhan Tekankan Sinergi Tiga Pilar Bandung untuk Menjaga Stabilitas Keamanan
KOTA BANDUNG, Djabar.com — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya sinergi tiga pilar Bandung dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri menjadi fondasi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Tiga Pilar Kewilayahan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).
Menurut Farhan, Kota Bandung memiliki posisi strategis di tingkat nasional sehingga dinamika sosial di kota ini sering menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Kota Bandung adalah salah satu kota penting di Indonesia. Tidak hanya berpengaruh bagi Jawa Barat, tetapi juga menjadi barometer dalam menjaga stabilitas, ketahanan, keamanan, dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya, kondisi keamanan di Bandung dinilai memiliki dampak luas bagi wilayah lain.
Peran Tiga Pilar Bandung dalam Menjaga Kondusivitas Wilayah
Farhan menjelaskan bahwa sinergi tiga pilar Bandung melibatkan unsur pemerintah kewilayahan, TNI, dan Polri yang bekerja secara terpadu di tingkat daerah.
Dalam praktiknya, kerja sama ini dijalankan oleh camat, lurah, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Menurut Farhan, koordinasi antar unsur tersebut sangat penting untuk merespons berbagai dinamika sosial yang bisa muncul sewaktu-waktu.
Ia mencontohkan situasi yang terjadi pada 28–31 Agustus 2025, ketika Kota Bandung sempat menghadapi sejumlah gesekan sosial yang meningkatkan eskalasi situasi keamanan.
Namun kondisi tersebut berhasil dikendalikan berkat koordinasi yang solid antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hingga Forkopimcam di tingkat kecamatan.
“Kerja sama antara Forkopimda, Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para lurah terbukti mampu menurunkan eskalasi situasi sehingga Kota Bandung tetap kondusif,” kata Farhan.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa sistem koordinasi yang kuat dapat mencegah konflik berkembang lebih luas.
Silaturahmi Antar Lembaga Dinilai Perkuat Koordinasi
Selain kerja sama kelembagaan, Farhan juga menyoroti pentingnya hubungan personal antar aparat wilayah.
Ia menilai tradisi silaturahmi menjadi salah satu kekuatan khas dalam budaya Indonesia yang mampu mempererat hubungan kerja antar lembaga.
Menurut Farhan, di banyak negara hubungan antar institusi sering dilakukan melalui mekanisme lobbying formal. Namun di Indonesia pendekatan tersebut sering dilengkapi dengan komunikasi yang lebih personal.
“Di banyak negara hubungan antar lembaga lebih dikenal dengan istilah lobbying. Di Indonesia kita punya silaturahmi yang tidak hanya formal, tetapi juga membangun kedekatan personal yang tetap berlandaskan etika kelembagaan,” jelasnya.
Dengan komunikasi yang lebih terbuka, aparat kewilayahan dapat merespons persoalan masyarakat secara lebih cepat dan efektif.
Pemkot Bandung Pastikan Stok BBM Aman
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyinggung isu nasional terkait kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Ia memastikan stok BBM di Kota Bandung berada dalam kondisi aman.
Pemerintah daerah, kata Farhan, telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan normal.
“Suplai BBM di Kota Bandung dipastikan aman hingga 20 hari ke depan dengan sistem pasokan progresif. Pemerintah pusat juga menjamin harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya dan tetap mengandalkan informasi resmi dari pemerintah.
Stabilitas Kota Bandung Jadi Tanggung Jawab Bersama
Farhan menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga akan membuat Kota Bandung tetap aman sekaligus nyaman sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Jawa Barat.
Dengan memperkuat sinergi tiga pilar Bandung, pemerintah berharap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








