Dedie Rachim Buka Pintu Balai Kota untuk Warga Disabilitas dan Anak Yatim
KOTA BOGOR, Djabar.com — Balai Kota Bogor, yang biasanya dipenuhi derap langkah para pejabat dan staf pemerintah, berubah menjadi tempat yang hangat dan penuh rasa haru pada Sabtu (14/3/2026). Ratusan penyandang disabilitas dan anak yatim hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara silaturahmi dan santunan yang digelar Pemkot Bogor.
Bagi banyak warga, Balai Kota mungkin terasa jauh dan eksklusif. Namun, kali ini, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, ingin mematahkan sekat tersebut. Bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, ia menekankan bahwa pintu Balai Kota terbuka lebar bagi siapa saja, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
“Jangan dilihat nilai dan jumlah santunannya. Kehadiran teman-teman di sini adalah bentuk kepedulian kami, karena warga adalah prioritas utama,” ujar Dedie di sela-sela acara.
Menjawab Keinginan Warga
Menariknya, acara ini lahir dari sebuah permintaan sederhana. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah respon cepat atas keinginan para penyandang disabilitas untuk bisa melihat langsung pusat pemerintahan Kota Bogor.
“Mereka ingin berkunjung ke Balai Kota. Maka, kami bersama perangkat daerah secara swadaya mengumpulkan bantuan,” jelas Jenal.
Hasilnya, gotong royong dari 11 perangkat daerah dan BUMD berhasil mengumpulkan 250 paket santunan. Seluruh paket tersebut diserahkan langsung kepada para penerima, diikuti dengan sesi doa bersama agar Kota Bogor senantiasa dalam keberkahan.
Kebanggaan di Landmark Kota
Bagi Ketua Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) Bogor, Didin, momen ini bukan sekadar soal bantuan sembako. Baginya, bisa menapakkan kaki di Balai Kota adalah sebuah pencapaian yang membangkitkan kebanggaan.
“Banyak teman-teman yang baru pertama kali ke sini. Alhamdulillah, di masa Pak Dedie kami bisa benar-benar berkunjung ke Balai Kota dan berada tepat di landmark kebanggaan warga Bogor,” tutur Didin dengan suara haru.
Inisiatif ini seolah menjadi pesan bahwa pembangunan sebuah kota bukan hanya soal infrastruktur beton atau gedung tinggi, tetapi tentang seberapa jauh akses dan ruang bagi warga berkebutuhan khusus untuk merasa menjadi bagian dari kota tempat mereka tinggal. Dengan membuka pintu Balai Kota, Pemkot Bogor menunjukkan langkah kecil namun berarti menuju kota yang lebih inklusif dan ramah bagi semua.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








