Sekda Kuningan Uu Kusmana Gandeng Pemkab Sumedang Garap Aplikasi Monitoring Makan Bergizi Gratis
KABUPATEN KUNINGAN, Djabar.com — Pemerintah Kabupaten Kuningan ogah kecolongan dalam penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di bawah komando Sekda Kuningan, Drs. Uu Kusmana, M.Si., daerah ini bergerak cepat memperkuat pengawasan melalui sistem digital. Langkah strategis tersebut ditandai dengan rencana adopsi aplikasi MMAGIS (Manajemen Monitoring Makan Bergizi Gratis) milik Pemkab Sumedang. Kuningan pun mencatatkan diri sebagai daerah pertama di Jawa Barat yang melakukan studi tiru sekaligus mengimplementasikan sistem pemantauan digital terpadu ini.
Buntut Ketertarikan Sekda di Level Jawa Barat
Langkah “jemput bola” ini bermula saat Sekda Kuningan Uu Kusmana mengikuti Rapat Koordinasi MBG tingkat provinsi bersama kementerian terkait. Saat itu, Uu melihat kesiapan Sumedang yang sudah memiliki sistem pengawasan mumpuni dan real-time. Tak butuh waktu lama, setelah mengantongi restu Bupati Kuningan, Uu langsung menginstruksikan jajaran Diskominfo Kuningan untuk melakukan finalisasi kerja sama teknis.
“Ini bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, tapi bentuk tanggung jawab kita. Kita ingin program besar ini berjalan transparan, terukur, dan benar-benar tepat sasaran,” ujar Uu Kusmana saat memimpin rapat koordinasi via zoom meeting di Aula Diskominfo Kuningan, Rabu (1/4/2026).
Pantau 158 Titik Pelayanan Gizi Secara Real-Time
Melalui Aplikasi MMAGIS, proses pengawasan di lapangan bakal jauh lebih terbuka. Sistem ini memungkinkan pemerintah maupun publik memantau data secara langsung. Mulai dari jumlah penerima manfaat, peta sebaran dapur, hingga detail menu harian dan mingguan bisa diakses lewat ujung jari. Di Kabupaten Kuningan sendiri, aplikasi ini nantinya akan mengawal performa sekitar 158 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kecamatan.
Integrasi data ini dipercaya mampu menutup celah penyimpangan dalam pelaksanaan program nasional tersebut. Selain meningkatkan akuntabilitas, penggunaan MMAGIS diprediksi bakal mendongkrak nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Kuningan secara signifikan. “Melalui sistem ini, pengawasan menjadi lebih terbuka. Masyarakat juga bisa ikut memantau pergerakan di lapangan,” tambah Uu.
Amunisi Baru Tekan Angka Stunting
Pemkab Kuningan berharap pemanfaatan teknologi digital ini menjadi kunci sukses program MBG dalam jangka panjang. Selain soal ketepatan distribusi, fokus utama pemerintah tetap pada peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penanganan stunting yang menjadi agenda prioritas nasional.
Dengan sistem yang lebih teratur, koordinasi antara Satgas MBG Kuningan dan para penyedia layanan gizi diharapkan semakin solid. Kuningan kini bersiap menjadi pilot project bagi daerah lain dalam hal transparansi program makan gratis berbasis teknologi di tanah air.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








