Rapor Dagang Jawa barat 2025: Surplus USD 26,81 Miliar, AS Jadi Pasar Utama

BANDUNG, Djabar.com – Jawa Barat berhasil menutup kalender ekonomi 2025 dengan catatan impresif. Berdasarkan rilis terbaru dari BPS Jawa Barat pada Senin (2/2/2026), neraca perdagangan luar negeri provinsi ini mencatatkan surplus besar yang dipicu oleh dominasi sektor manufaktur.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jabar, Ninik Anisah, menyebutkan bahwa nilai ekspor kumulatif selama setahun penuh mencapai USD 38,72 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan stabil sebesar 2,24 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024.

Detail Capaian Ekspor & Impor 2025

Untuk memudahkan pembaca, berikut adalah ringkasan performa dagang Jawa Barat sepanjang tahun 2025:

KategoriCapaian (Jan-Des 2025)Tren vs 2024
Total EksporUSD 38,72 Miliar📈 Naik 2,24%
Total ImporUSD 11,91 Miliar📉 Turun 8,87%
Neraca DagangSurplus USD 26,81 MiliarSangat Positif

Otomotif Masih Jadi “Mesin Uang” Jabar

Sektor industri menyumbang porsi terbesar, yakni mencapai 98,70% dari total pengiriman barang ke luar negeri. Produk kendaraan dan komponennya menjadi komoditas primadona dengan nilai menembus USD 8,50 miliar.

Selain otomotif, mesin elektrik (USD 6,24 miliar) dan peralatan mekanis (USD 3,24 miliar) juga menjadi kontributor signifikan bagi pundi-pundi devisa Jawa Barat.

Mitra Dagang Utama: AS Tetap Terdepan

Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor nomor satu bagi produk-produk asal Tanah Pasundan dengan nilai USD 6,35 miliar. Sementara itu, untuk urusan impor, Tiongkok menjadi pemasok utama bahan baku industri dengan nilai mencapai USD 4,07 miliar.

Meskipun secara keseluruhan mengalami surplus, Jabar tercatat masih mengalami defisit perdagangan dengan Tiongkok dan Taiwan, terutama karena ketergantungan pada impor mesin dan bahan plastik

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.