Bentrok Antar Ormas di Lembang Berujung Korban Jiwa
CIMAHI — Petinggi organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dan Gibas menjalani proses mediasi menyusul bentrokan yang terjadi di sebuah tempat karaoke di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Mediasi tersebut berlangsung di Markas Polres Cimahi pada Rabu malam (21/1/2026).
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adiputra mengatakan, mediasi dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus menegaskan bahwa penanganan perkara sepenuhnya diserahkan kepada proses hukum yang berlaku.
“Musyawarah ini bertujuan agar kedua belah pihak menyerahkan penanganan hukum kepada ketentuan yang berlaku,” ujar Niko.
Kapolres membenarkan adanya bentrokan antarormas dalam peristiwa tersebut. Ia juga memastikan bahwa sejumlah terduga pelaku tindak pidana telah diamankan guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Meski demikian, penyidik masih mendalami kasus tersebut karena salah satu korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang diderita. Motif bentrokan, kata Niko, akan disampaikan secara rinci setelah proses penyelidikan selesai.
“Yang pasti, kami membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut dan saat ini sudah ada pelaku yang berhasil kami amankan,” tegasnya.
Kapolres Cimahi turut mengimbau kedua belah pihak agar bersama-sama menjaga kondusivitas dan stabilitas keamanan, khususnya di kawasan wisata Lembang. Ia menegaskan bahwa situasi di Lembang tetap aman dan terkendali.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Lembang tidak mencekam dan masih aman untuk dikunjungi wisatawan,” ujarnya.
Diketahui, bentrokan antarormas terjadi pada Selasa (20/1/2026) di sebuah kafe di kawasan Lembang. Insiden tersebut melibatkan dua kelompok ormas, yakni Pemuda Pancasila dan Gibas, yang mengakibatkan satu orang anggota Gibas, Agus B.I. (45), meninggal dunia.
Selain korban meninggal, satu orang bernama Iwan Setiawan (50) mengalami luka berat, sementara tiga orang lainnya mengalami luka ringan dan sempat mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula saat sekelompok anggota ormas Pemuda Pancasila tengah melakukan aktivitas karaoke. Ketika waktu penggunaan berakhir, rombongan ormas Gibas datang dan meminta bergantian, namun permintaan tersebut ditolak.
Ketegangan berlangsung sekitar 30 menit sebelum akhirnya memicu bentrokan fisik. Sejumlah orang dari masing-masing kelompok terlibat aksi saling serang, bahkan dilaporkan puluhan orang datang ke lokasi untuk membantu rekan mereka.
Kapolsek Lembang AKP Dana Suhenda mengatakan, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Kami langsung melakukan pengamanan, mendatangi tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi,” ujarnya.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








