Bukan Sekadar Seremonial, Tasmiul Qur’an di Ciamis Jadi Benteng Moral Generasi Muda

KABUPATEN CIAMIS, Djabar.com — Suara tartil yang merdu memecah keheningan Masjid Agung Ciamis sejak Minggu (15/3/2026). Puluhan hafidz dan hafidzah duduk bersimpuh, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an tanpa melihat mushaf sedikit pun. Kegiatan yang dikenal dengan Tasmiul Qur’an 30 Juz Bil Ghoib ini bukan sekadar pamer hafalan, melainkan ujian konsistensi bagi para penjaga kalam Ilahi.

Sebanyak 48 penghafal Al-Qur’an pilihan dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Ciamis turun tangan dalam kegiatan maraton selama dua hari ini. Di tengah hiruk-pikuk akhir Ramadan, mereka memilih untuk fokus menjaga kemurnian hafalan di rumah ibadah kebanggaan warga Ciamis tersebut.

Pesan dari Balik Mimbar

Kegiatan ini merupakan hasil gotong royong antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, Universitas Islam Darussalam, dan DKM Masjid Agung. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, yang diwakili oleh Asda III, H. Wawan Ruhiyat, menekankan bahwa acara ini adalah ikhtiar nyata.

“Ini bukan soal seremonial belaka. Ini soal bagaimana menjaga kualitas hafalan para huffadz kita tetap murni di tengah zaman yang terus berubah,” ujar Wawan saat membacakan pesan Bupati.

Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, KH. Fadlil Munawwar Mansur, melihat ini sebagai investasi masa depan. Baginya, mencetak generasi yang hafal Al-Qur’an adalah cara terbaik untuk membentengi moralitas anak muda saat ini. Ia ingin melihat para hafidz ini tumbuh menjadi teladan nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar pajangan di acara keagamaan.

Benteng Moral di Tengah Tantangan Sosial

Ketua MUI Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Ujun, pun angkat bicara. Ia menyinggung soal maraknya perilaku menyimpang yang mulai menggerogoti generasi muda. Menurutnya, acara seperti Tasmiul Qur’an ini adalah “obat” yang sangat dibutuhkan.

“Kita punya tanggung jawab besar. Saat perilaku menyimpang makin merajalela, penguatan nilai agama lewat Al-Qur’an adalah cara paling efektif untuk membenahinya,” tegas KH. Saeful Ujun.

Ia menambahkan, bagi siapa saja yang hadir, baik yang melantunkan maupun yang menyimak, ini adalah ladang pahala yang luar biasa di bulan suci. Harapannya sederhana: semoga gema lantunan Al-Qur’an dari Masjid Agung ini menjadi pondasi bagi masyarakat Ciamis untuk tetap religius, berakhlak, dan punya peradaban yang terjaga.

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.