Bupati Bandung Targetkan Perluas Akses Air Bersih hingga 200 Ribu Sambungan

PASEH, DJABAR.COM – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, membawa kabar segar bagi warga di tengah momen religius Safari Ramadan 1447 H. Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini menegaskan komitmennya untuk mempercepat perluasan akses air bersih Kabupaten Bandung. Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Miftahul Falah, Desa Sindangsari, Kecamatan Paseh, ia menargetkan penambahan drastis sambungan rumah tangga agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.


Target Ambisius Sambungan Air Bersih Perumda Tirta Raharja

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa layanan perpipaan dari Perumda Air Minum Tirta Raharja baru menyentuh angka 132 ribu sambungan. Jika melihat total penduduk yang mencapai 3,8 juta jiwa, cakupan ini memang baru berada di kisaran 10 persen. Dadang menilai angka ini harus segera ditingkatkan demi kesejahteraan warga.

“InsyaAllah tahun depan kita targetkan penambahan 80 ribu sambungan baru. Tujuannya agar totalnya mendekati angka 200 ribu sambungan,” ujar Dadang Supriatna saat memberikan sambutan di acara Tarawih Keliling ke-5 tersebut.

Beliau juga berpesan kepada perangkat desa dan warga untuk aktif melapor. Jika ada wilayah yang sumber airnya masih belum layak konsumsi, pemerintah daerah mendorong agar segera mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Pembangunan infrastruktur sambungan air bersih ini menjadi prioritas utama guna memastikan hak dasar rakyat terpenuhi secara merata.


Capaian Kinerja dan Kenaikan IPM yang Signifikan

Meski fokus pada infrastruktur dasar, Dadang juga memaparkan rapor hijau kinerja pemerintahannya. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan resmi visi-misi periode 2025–2030, realisasi program kerja saat ini sudah menyentuh angka 74 persen. Salah satu indikator kesuksesan yang paling terlihat adalah kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

IPM Kabupaten Bandung tercatat melesat dari angka 72 pada tahun 2021 menjadi 75,58 di tahun 2025. Hal ini sejalan dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat yang kini mencapai 75,70 tahun. Fasilitas kesehatan juga terus diperkuat dengan operasional 62 puskesmas serta rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah Cimenyan untuk mendekatkan akses pengobatan bagi warga.

Tidak hanya sektor kesehatan, sektor pendidikan juga menunjukkan tren positif. Rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 9,4 tahun. Keberhasilan ini tidak lepas dari program beasiswa BESTI dan penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di sisi ekonomi, daya beli masyarakat kini mencapai angka Rp11,63 juta per kapita per tahun, sebuah capaian yang membanggakan di tengah dinamika ekonomi global.


Inovasi Ketahanan Pangan dan Ekonomi di Tengah Tantangan

Kabupaten Bandung saat ini menghadapi tantangan berkurangnya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sekitar Rp1 triliun. Namun, Dadang optimis ekonomi lokal tetap bergeliat berkat adanya program Makan Bergizi Gratis yang mengucurkan dana sekitar Rp5,4 triliun per tahun.

Sebagai langkah preventif di level rumah tangga, Bupati mengajak masyarakat untuk aktif dalam “Gerakan Tanami Halaman”. Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga secara mandiri. Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan berupa motor roda tiga, Al-Qur’an, serta berbagai bantuan lainnya untuk pesantren dan masyarakat setempat.

“Mohon doa dan dukungannya dari seluruh elemen masyarakat. Semoga Kabupaten Bandung semakin BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera),” pungkasnya menutup kegiatan tersebut.


Sumber Informasi: Diolah dari pernyataan resmi Bupati Bandung, Dadang Supriatna melalui akun Instagram @dadangsupriatna (Safari Ramadan 1447 H).

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.