Dua Dekade Merantau, Pria Asal Kupang Ini Menemukan Ketenangan Setelah Memeluk Islam
ISLAM, Djabar.com โ Kisah inspiratif datang dari seorang pria asal Kupang, NTT, yang kini menetap di Malaysia. Perjalanan spiritualnya yang penuh likuโmulai dari ancaman keselamatan hingga kesembuhan fisikโmenjadi bukti nyata bahwa hidayah bisa datang kepada siapa saja yang membuka hatinya untuk kebenaran.
Profil Singkat: Dari Agustinus Menjadi Muhammad Ibrahim
Lahir dan besar di lingkungan keluarga Kristen taat di Kupang, beliau telah merantau ke Malaysia selama dua dekade. Namun, nama Agustinus kini tinggal kenangan. Setelah memeluk Islam, ia memilih nama Muhammad Ibrahim bin Abdullah sebagai identitas barunya di jalan Allah.
Titik Balik Spiritual: Analisis Kitab dan Peran Paulus
Salah satu alasan utama Muhammad Ibrahim memilih Islam adalah hasil dari penyelidikan mandiri terhadap kitab suci. Ada beberapa poin kritis yang ia temukan:
- Ajaran vs. Praktik: Beliau menyoroti larangan mengonsumsi babi yang tertulis dalam kitab, namun dalam praktiknya sering diabaikan.
- Ketauhidan: Ia meyakini bahwa konsep Tuhan itu Esa (Satu), bukan dua apalagi tiga.
- Peran Yesus dan Paulus: Menurut pandangannya, Yesus adalah seorang Nabi yang diutus khusus bagi Bani Israil, sementara ia merasa banyak ajaran Kristen saat ini lebih dipengaruhi oleh pemikiran Paulus.
“Hati saya merasa tenang setelah masuk Islam. Saya menyadari bahwa kebenaran itu tunggal,” ungkapnya dalam sebuah sesi live bersama tokoh apologet, Bang Zuma.
Momen Syahadat yang Mengharukan
Prosesi syahadat Muhammad Ibrahim di Malaysia bukanlah sekadar ucapan lisan. Beliau menangis tersedu-sedu selama 15 menit. Hal ini menjadi pengalaman spiritual yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Jika dulu beribadah terasa biasa saja, kini hampir di setiap salat, air matanya menetes karena merasakan kehadiran dan kebesaran Allah SWT.
Tantangan Berat: Ancaman dan Keinginan Hijrah
Menjadi mualaf di lingkungan yang keras tidaklah mudah. Beliau sempat mendapatkan ancaman keselamatan dari pihak-pihak yang tidak terima dengan keputusannya, hingga harus melaporkannya ke Polisi Malaysia.
Kini, ia memiliki keinginan kuat untuk hijrah ke Indonesia, mengikuti jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW, demi memperdalam agama di lingkungan yang lebih mendukung.
Perubahan Nyata: Wajah Berseri dan Kesembuhan Fisik
Selain ketenangan batin, Muhammad Ibrahim merasakan mukjizat fisik:
- Wajah yang Berseri: Beliau berkelakar bahwa dulu wajahnya tampak kusam, namun setelah rutin berwudhu dan salat, wajahnya tampak lebih bersih dan bercahaya.
- Kesembuhan Penyakit: Luar biasanya, penyakit epilepsi yang dideritanya bertahun-tahun berangsur hilang setelah ia rutin menjalankan ibadah puasa dan salat.
Harapan untuk Keluarga di Kupang
Meski telah bahagia dengan usahanya di Malaysia, Muhammad Ibrahim masih menyimpan kesedihan mendalam setiap kali teringat keluarganya di NTT. Ia tak henti-hentinya mendoakan agar anggota keluarganya juga mendapatkan hidayah yang sama.
Saat ini, di sela-sela kesibukannya, beliau semangat belajar Al-Qur’an mulai dari Iqra 1 hingga 6, dan kini sudah mulai aktif belajar membaca Al-Qur’an di masjid setempat.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








