Ekonomi Iran Lumpuh? Israel Bom Kilang Minyak Teheran!
EKONOMI BISNIS, Djabar.com — Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Militer Israel secara mengejutkan melancarkan serangan udara yang menyasar sejumlah kompleks penyimpanan bahan bakar di Iran pada Sabtu malam (7/3/2026). Langkah ini menandai pergeseran strategi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dari sebelumnya fokus pada target politik dan militer, kini mulai merambah ke sektor industri sipil.
Serangan tersebut dikonfirmasi oleh IDF dengan alasan bahwa fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran tersebut memasok energi bagi berbagai pihak, termasuk unit militer di Iran. “Ini adalah serangan penting, langkah baru dalam upaya melemahkan infrastruktur militer rezim Iran secara mendalam,” tegas pernyataan resmi IDF.
Target Vital: Kilang Minyak Shahran dan Sekitarnya
Video yang dirilis oleh kantor berita Reuters memperlihatkan gumpalan asap hitam pekat membumbung tinggi dari kilang minyak Shahran di Teheran. Insiden ini menjadi pertama kalinya fasilitas minyak Iran menjadi sasaran sejak kampanye serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari lalu.
Meski demikian, laporan dari kantor berita pemerintah Iran, IRNA, memberikan rincian yang sedikit berbeda. Mereka menyebutkan bahwa sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran utama. Sementara itu, sumber dari Kementerian Perminyakan Iran mengungkapkan bahwa tiga depot minyak di barat Teheran, tepatnya di wilayah Kuhak, Shahran, dan kota Karaj, telah luluh lantak akibat serangan jet tempur Israel.
Strategi Menjatuhkan Rezim Iran
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa kampanye udara ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Bahkan, intensitas serangan diprediksi akan terus meningkat. Netanyahu secara terang-terangan menyerukan penggulingan pemerintah Iran dan mengklaim pihaknya memiliki rencana sistematis yang penuh kejutan untuk fase berikutnya.
“Kami memiliki rencana terukur untuk membuat rezim Iran berada dalam ketidakstabilan, guna menciptakan kondisi bagi terjadinya perubahan,” ujar Netanyahu. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan peringatan keras bahwa Iran akan menghadapi serangan hebat pada target-target yang belum pernah disasar sebelumnya.
Respons Garda Revolusi Iran
Menanggapi gempuran bertubi-tubi tersebut, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Mohammad Naini, menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran masih memiliki nafas panjang. Ia menegaskan bahwa Iran mampu mempertahankan konflik intensitas tinggi dengan ritme operasi saat ini setidaknya hingga enam bulan ke depan.
Kondisi ini membuat pasar energi dunia diprediksi akan mengalami guncangan, mengingat posisi Iran sebagai salah satu produsen minyak penting. Dunia kini menanti apakah serangan terhadap fasilitas industri ini akan memicu serangan balasan yang lebih besar dari pihak Teheran.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








