Krisis Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia Meledak, Apa Dampaknya buat Kita?

BERITA NASIONAL, Djabar.com — Kabar kurang sedap datang dari Timur Tengah. Pada 2 Maret 2026, Iran mengumumkan penutupan jalur maritim di Selat Hormuz. Meski Amerika Serikat sempat membantah jalur tersebut benar-benar tertutup, dunia sudah telanjur panik.

Kenapa Selat Hormuz begitu penting? Karena jalur sempit ini adalah “nadi” energi dunia. Sepertiga ekspor minyak mentah global setiap harinya lewat sini. Kalau jalur ini terganggu, ekonomi dunia bisa “batuk-batuk”.


1. Harga Minyak Dunia Meroket

Hanya dalam 6 hari terakhir, harga minyak mentah Brent naik drastis sebesar 15%. Saat ini harganya sudah menyentuh $81 per barel. Para analis memperingatkan, jika ketegangan ini berlanjut, harga minyak bisa tembus di atas $100 per barel.


2. Pasokan Gas (LNG) Terancam

Bukan cuma minyak, pasokan gas alam cair (LNG) juga dalam bahaya. Raksasa energi QatarEnergy dikabarkan menghentikan produksinya setelah beberapa fasilitas mereka diserang oleh drone. Hal ini mengancam 20% pasokan gas dunia yang biasa melewati selat tersebut.


3. Siapa yang Paling “Buntung” dan “Untung”?

Menurut laporan dari lembaga riset Nomura, negara-negara di Asia punya nasib berbeda:

  • Paling Terancam: Thailand, India, Korea Selatan, dan Filipina. Negara-negara ini sangat bergantung pada impor minyak. Thailand disebut paling rapuh karena biaya impor energinya mencapai 4,7% dari PDB mereka.
  • Paling Diuntungkan: Malaysia. Sebagai negara pengekspor energi, Malaysia justru bisa mendapat keuntungan finansial dari kenaikan harga minyak dunia ini.

4. Bagaimana Nasib Indonesia?

Sebagai negara pengimpor minyak (net oil importer), Indonesia harus waspada. Kenaikan harga minyak dunia biasanya memicu:

  • Naiknya Harga BBM: Beban subsidi pemerintah akan membengkak, yang berisiko memicu penyesuaian harga BBM di SPBU.
  • Inflasi Sembako: Jika ongkos transportasi naik karena BBM, harga bahan pokok di pasar-pasar (seperti di Bandung dan sekitarnya) biasanya ikut merangkak naik.

Konflik di Selat Hormuz bukan sekadar berita luar negeri biasa. Ini adalah “tes” bagi ketahanan energi kita. Kita perlu memantau apakah ketegangan ini akan mereda atau justru membuat harga minyak dunia semakin tak terkendali.

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.