Media Online Makin Menjamur di Kuningan, Jangan Asal Percaya Berita Abal-abal!
KABUPATEN KUNINGAN, Djabar.com β Pertumbuhan media online di Kabupaten Kuningan kini mencapai angka yang fantastis. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mencatat ada sekitar 100 media online dan 10 media cetak yang aktif beroperasi. Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, muncul pertanyaan krusial: sudahkah mereka bekerja dengan integritas, atau hanya sekadar mengejar klik?
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Kuningan, Nana Suhendra, M.Pd., menegaskan bahwa tolok ukur media yang sehat bukan dilihat dari seberapa deras arus berita yang diproduksi, melainkan dari keseimbangan dan integritasnya.
Berita Berimbang: Hak Dasar Masyarakat
Banyak media saat ini terjebak pada pemberitaan satu sisi yang cenderung provokatif. Padahal, tugas utama media adalah menyajikan gambaran utuh kepada masyarakat.
“Informasi harus berimbang supaya masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh,” ujar Nana saat menyoroti fenomena pemberitaan daerah.
Sebagai contoh, Nana menyebut isu infrastruktur. Seringkali, media gencar memberitakan jalan rusak, namun bungkam ketika perbaikan telah dilakukan. Ketimpangan informasi seperti ini, menurutnya, mencederai kepercayaan publik terhadap fungsi pers yang seharusnya menjadi penyeimbang.
Warga Dirugikan? Gunakan Hak Jawab!
Masyarakat seringkali bingung harus berbuat apa ketika menjadi sasaran pemberitaan yang tidak akurat atau menyudutkan. Padahal, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers telah menyediakan “senjata” bagi masyarakat, yakni hak klarifikasi, hak jawab, dan hak koreksi.
Bagi narasumber atau warga yang merasa dirugikan oleh karya jurnalistik, Nana mengingatkan agar tidak ragu menempuh jalur tersebut. Ini adalah bentuk literasi media yang penting untuk dipahami agar setiap media online tetap berada dalam koridor etika.
Integritas di Tengah Gempuran Clickbait
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., melalui Diskominfo, juga terus mendorong sinergitas media untuk membangun daerah melalui karya yang bermakna. Konsistensi, keberanian, dan kualitas adalah tiga pilar yang membedakan media kredibel dengan sekadar media yang haus trafik.
Di tengah maraknya “bisnis informasi” saat ini, peran publik sebagai kontrol sosial pun semakin krusial. Pembaca diimbau untuk lebih kritis dalam memilah informasi dan tidak segan melaporkan media yang melanggar kode etik kepada pihak berwenang.
Dengan semakin kritisnya pembaca, diharapkan media online di Kuningan dapat bertransformasi menjadi pilar informasi yang benar-benar memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, bukan justru menjadi sumber kegaduhan.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








