Menjelang Lebaran, Pemkab Sumedang Gelontorkan Beras untuk 36 Desa Rentan
KABUPATEN SUMEDANG, Djabar.com — Kabar melegakan datang bagi warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang. Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tepat di saat masyarakat membutuhkan persiapan menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.
Bantuan ini bukan asal bagikan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, menjelaskan bahwa penyaluran ini merujuk pada Peta Kerawanan dan Kerentanan Pangan 2025. Hasil kajian itu memetakan 36 desa di Sumedang yang masuk kategori rentan pangan, mulai dari prioritas satu hingga tiga.
Menyasar Warga yang Belum Tersentuh Bantuan
“Setiap desa yang masuk kategori tersebut mendapatkan alokasi bantuan untuk 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing menerima 10 kilogram beras,” ungkap Tono saat meninjau penyaluran di Desa Citengah, Sumedang Selatan, Minggu (15/3/2026).
Tono menekankan, sasaran penerima bantuan ini adalah warga yang belum menerima bantuan sosial lain seperti PKH atau BPNT. Langkah ini diambil agar bantuan lebih merata dan tepat sasaran menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan namun belum tersentuh program bantuan pemerintah sebelumnya.
Salah satu penerima, Edoh (65), warga Dusun Cijolang, tak bisa menutupi rasa syukurnya. Di tengah tekanan kebutuhan menjelang Lebaran, bantuan 10 kilogram beras ini menjadi penopang yang sangat berarti bagi dapur rumah tangganya.
Jangan Bergantung pada Bantuan
Meski bantuan beras ini jadi “pelipur lara”, Tono mengingatkan agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada uluran tangan pemerintah. Ia mengajak warga untuk lebih mandiri dengan memanfaatkan pekarangan rumah lewat program Teras Hejo.
“Sekecil apa pun lahan di rumah, manfaatkan untuk menanam. Pemerintah siap bantu bibit dan benihnya. Selain itu, kami juga dorong program Satu Hektar Petani Bangkit agar produksi pertanian desa meningkat,” ujar Tono tegas.
Harapan besarnya, petani lokal nantinya bisa menjadi pemain utama dalam memasok kebutuhan program strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika kebutuhan pangan daerah bisa dipenuhi oleh petani lokal, perputaran ekonomi desa dipastikan bakal lebih kencang, kesejahteraan petani terangkat, dan angka kemiskinan di Sumedang bisa ditekan secara signifikan.
Apresiasi dari Desa
Langkah pemerintah ini pun mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa. Kepala Desa Citengah, Otong Sumarna, menyampaikan terima kasih mewakili 100 KK warganya yang menerima bantuan.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu warga kami di tengah situasi saat ini. Terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah yang cepat tanggap,” ujar Otong singkat namun tulus.
Program ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal penyaluran bantuan saat kritis, tapi juga tentang bagaimana warga desa mampu mengolah potensi lahan mereka sendiri untuk bertahan hidup dan berkembang.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








