Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Citarum Baleendah Gegerkan Warga Bandung

KABUPATEN BANDUNG, Djabar.com β€” Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di aliran Sungai Citarum, tepatnya di Kampung Mekarsari, Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Minggu sore (08/03/2026). Penemuan jasad yang diduga berusia 50 tahun ini memicu perhatian warga setempat sekaligus pihak berwenang yang segera melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Keberadaan jasad misterius tersebut pertama kali diketahui oleh seorang petugas keamanan perusahaan PT MAS bernama RI sekitar pukul 17.30 WIB. Saat sedang melakukan patroli rutin di area tepi sungai, ia melihat objek mencurigakan dalam posisi tengkurap di tengah arus sungai. Setelah memastikan bahwa objek tersebut merupakan jenazah manusia, saksi segera berkoordinasi dengan warga lain, KI, sebelum melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian.

Evakuasi Jasad Mr. X oleh Tim Gabungan

Merespons laporan masyarakat, personel Polsek Baleendah segera meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi. Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Dengan menggunakan perahu, petugas berhasil membawa jasad tersebut ke daratan untuk dipindahkan ke ambulans Palang Merah Indonesia (PMI).

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, melalui Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki Rukmasyah, menjelaskan bahwa korban langsung dibawa ke RSUD Welas Asih. Langkah ini diambil guna mempermudah tim Inafis melakukan pemeriksaan forensik lebih mendalam. Pihak kepolisian berkomitmen mengungkap tabir identitas korban yang hingga kini masih berstatus Mr. X.

Analisis Medis dan Penyelidikan Identitas Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, tim medis mencatat bahwa korban berjenis kelamin laki-laki dengan estimasi usia sekitar 50 tahun. Kondisi fisik jenazah saat ditemukan sudah mengalami pembengkakan signifikan dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Tanda-tanda pembusukan ini memberikan petunjuk kuat bahwa korban kemungkinan sudah meninggal dunia lebih dari lima hari sebelum akhirnya tersangkut di aliran sungai tersebut.

Meskipun kondisi jenazah sudah tidak lagi utuh sempurna, petugas tidak menemukan adanya bekas luka akibat kekerasan benda tumpul maupun tajam. AKP Hendri Noki Rukmasyah menyatakan bahwa dugaan sementara penyebab kematian mengarah pada insiden tenggelam di aliran Sungai Citarum.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menggali keterangan saksi dan melakukan penyelidikan intensif untuk menguak asal-usul korban. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau untuk segera melapor ke kantor kepolisian terdekat agar identitas korban dapat segera terungkap.

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.