Perang Israel-Iran Memanas: Lanud Isfahan Digempur!
INTERNASIONAL, Djabar.com β Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik didih pada Minggu (8/3/2026). Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan telah meluncurkan serangkaian serangan udara besar-besaran yang menargetkan infrastruktur militer di seluruh wilayah Iran. Serangan ini disebut sebagai upaya sistematis Israel untuk mengamankan kendali penuh atas ruang udara Iran.
Salah satu dampak paling signifikan dari serangan ini adalah kehancuran sejumlah jet tempur F-14 milik Angkatan Udara Iran di Bandara Isfahan. Jet-jet legendaris buatan Amerika Serikat tersebut dilaporkan hancur setelah rudal Israel menghantam hanggar dan sistem radar pertahanan udara mereka pada Sabtu malam hingga Minggu pagi.
Jet Tempur F-14 Iran Lumpuh, Radar Hancur
Juru bicara IDF menyatakan bahwa operasi udara di Isfahan berhasil menetralisir ancaman udara Iran secara signifikan. Selain jet F-14, sistem deteksi radar dan pertahanan udara yang selama ini membahayakan pesawat Israel juga dilaporkan telah dilumpuhkan. Sebelumnya, pada 6 Maret, Israel juga mengklaim telah menghancurkan 16 pesawat tempur milik Pasukan Quds di Bandara Mehrabad, Teheran.
“Dua serangan ini adalah bagian dari rencana besar untuk memperkuat kendali kami atas wilayah udara Iran,” tegas pihak IDF. Langkah agresif ini memicu reaksi keras tidak hanya dari Iran, tetapi juga dari kelompok-kelompok sekutunya di Lebanon dan Irak yang mulai melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan Amerika Serikat.
Serangan Balasan dan Ketegangan di Kawasan Teluk
Di saat yang bersamaan, kelompok Hizbullah di Lebanon dilaporkan meluncurkan drone dan roket ke wilayah Kiryat Shmona, Israel utara. Sementara itu, kelompok militan di Irak yang didukung Iran mengklaim telah melakukan 24 serangan terhadap pangkalan militer AS sepanjang akhir pekan ini.
Kondisi semakin rumit setelah negara-negara Teluk seperti Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Bahrain melaporkan adanya serangan drone dan rudal yang mengarah ke infrastruktur sipil mereka. Bahrain secara terang-terangan menuduh adanya “agresi Iran” setelah terjadi kebakaran besar di Pelabuhan Mina Salman. Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Albudaiwi, mengutuk keras aksi tersebut sebagai pelanggaran norma internasional yang berbahaya.
Presiden Iran: Kami Akan Menjawab dengan Kekuatan
Menanggapi gempuran Israel, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan persatuan nasional. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk bermusuhan dengan negara tetangga, namun wajib membela diri dari serangan yang berasal dari wilayah manapun.
“Kami akan berdiri teguh melawan pihak mana pun yang menyerang kami dan akan merespons dengan kekuatan penuh,” tegas Pezeshkian. Meski sempat melontarkan permohonan maaf kepada negara Teluk atas insiden drone sebelumnya, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika kedaulatannya terus diinjak-injak oleh Israel dan sekutunya.
Di sisi lain, Amerika Serikat melalui Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberikan peringatan keras. “Siapa pun yang membunuh atau mengancam warga Amerika di mana pun di dunia, akan kami kejar sampai akhir,” pungkasnya.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








