PERSIS Kembali Berangkatkan Relawan untuk Bangun Huntara Pascabencana di Aceh
Bandung — Persatuan Islam (PERSIS) kembali memberangkatkan relawan ke Aceh untuk melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana. Keberangkatan gelombang kedua ini menjadi bagian dari komitmen PERSIS dalam penanganan pascabencana secara berkelanjutan.
Koordinator Nasional PERSIS Peduli, Faisal Nursyamsi, S.E., menyampaikan bahwa pemberangkatan relawan dilakukan dalam dua tahap. Empat relawan diberangkatkan pada Sabtu (17/1), disusul enam relawan lainnya yang dijadwalkan berangkat pada Rabu mendatang.
“Gelombang kedua relawan ini dilakukan dalam dua keberangkatan. Hari ini empat orang, dan hari Rabu enam orang,” ujar Faisal saat melepas relawan di Kantor Pimpinan Pusat PERSIS, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung.
Adapun empat relawan yang berangkat pada tahap pertama yakni H. Nurjaman, Olis Nurholis, Budiawan Reza, dan Ihsan. Mereka akan kembali melanjutkan pengabdian membantu masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh.
Faisal menjelaskan, hingga saat ini PERSIS Peduli telah membangun enam unit huntara di wilayah Kota Cane, Aceh. Jumlah tersebut masih akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.
“Target pembangunan huntara di Kota Cane sebanyak 21 unit,” katanya.
Selain itu, kebutuhan hunian sementara di Desa Pengidam juga masih cukup tinggi. Tim relawan menargetkan pembangunan sekitar 27 unit huntara agar warga dapat segera menempati tempat tinggal sementara yang layak.
Sementara di wilayah Batu Sumbang, kebutuhan huntara diperkirakan jauh lebih besar. “Untuk Batu Sumbang, kebutuhannya bisa mencapai sekitar 100 unit huntara, bahkan kami berharap bisa lebih dari itu,” ujar Faisal.
Tidak hanya fokus pada penyediaan hunian, PERSIS Peduli juga menyiapkan bantuan di bidang pendidikan. Sebanyak 500 tas sekolah disiapkan untuk anak-anak terdampak bencana di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya, yang direncanakan akan disalurkan bersamaan dengan keberangkatan relawan berikutnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag., mengungkapkan rasa syukurnya atas keberangkatan para relawan ke Aceh. Menurutnya, bencana alam yang terjadi beriringan dengan kondisi sosial masyarakat yang masih rentan.
“Kami bersyukur masih ada relawan yang siap berangkat, karena bencana di Sumatera ini terjadi di tengah kondisi kemiskinan masyarakat,” ujarnya.
Jeje menuturkan, sejak awal PERSIS langsung melakukan koordinasi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran. Informasi yang akurat dinilai penting untuk menyusun program bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan huntara merupakan bagian dari dakwah bil hal yang dijalankan PERSIS melalui aksi nyata di lapangan. “Relawan adalah duta-duta jam’iyyah. Pengorbanan mereka menjadi investasi dakwah selama dilandasi niat yang ikhlas,” katanya.
Lebih lanjut, Jeje menyebutkan bahwa hingga saat ini dana bantuan yang dihimpun melalui Lazpersis hampir mencapai Rp3 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan huntara dan berbagai kebutuhan lain bagi warga terdampak bencana.
“Kami berupaya menjaga amanah ini sebaik mungkin, sekaligus menjaga nama baik jam’iyyah di tengah masyarakat Aceh,” pungkasnya.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








