Sambut Ramadhan 2026, Ini 5 Tradisi Munggahan Jawa Barat yang Unik dan Khas
Djabar.com – Bagi masyarakat Jawa Barat, datangnya bulan suci Ramadhan bukan sekadar soal menahan lapar dan dahaga. Ada satu momen yang selalu dinanti-nanti, yaitu Munggahan. Tradisi yang berasal dari kata bahasa Sunda “Unggah” (naik) ini bermakna naik ke bulan yang suci dengan hati yang bersih dan penuh suka cita.
Menjelang Ramadhan 2026, berbagai daerah di Jabar sudah mulai bersiap dengan tradisi khasnya masing-masing. Tak hanya sekadar makan-makan, munggahan adalah simbol silaturahmi dan rasa syukur yang mendalam sebelum kita memasuki 1 Ramadhan 2026 menurut Muhammadiyah, NU, dan Persis yang diprediksi akan mengalami perbedaan tanggal.
1. Papajar di Cianjur dan Sukabumi
Warga Cianjur dan Sukabumi punya cara sendiri yang disebut Papajar (Mapag Fajar). Biasanya, seminggu sebelum puasa, warga berbondong-bondong piknik ke tempat wisata alam atau pantai bersama keluarga besar. Memasak nasi liwet di pinggir sungai atau pantai menjadi agenda wajib yang mempererat kekeluargaan.
2. Makan Bersama (Botram)
Hampir di seluruh penjuru Jawa Barat, terutama di Bandung, Botram alias makan bersama beralaskan daun pisang adalah primadona. Mulai dari lingkungan RT, kantor, hingga komunitas, semua berkumpul untuk menikmati nasi liwet, asin peda, sambal terasi, dan lalapan segar. Momen makan-makan ini sekaligus menjadi ajang saling memaafkan agar ibadah puasa nanti terasa lebih ringan dan berkah.
3. Kuramasan (Mandi Keramas Massal)
Nah, ini dia yang paling ditunggu dan unik! Di beberapa daerah seperti Bogor dan Subang, masih ada tradisi Kuramasan atau mandi keramas massal di sungai. Tradisi ini bukan sekadar mandi biasa, tapi simbol pembersihan diri secara lahir dan batin. Air sungai yang dingin dipercaya bisa menyegarkan raga untuk menyambut rangkaian ibadah panjang yang akan segera tiba.
4. Nyekar dan Ziarah Kubur
Menjelang hari pertama puasa, area pemakaman di Jawa Barat pasti akan ramai. Wargi Jabar memiliki kebiasaan Nyekar atau ziarah ke makam orang tua dan leluhur. Selain mendoakan, momen ini juga menjadi pengingat akan kematian dan pembersihan diri dari dosa-dosa kepada sesama manusia.
5. Cucurak di Bogor
Khusus di Bogor, ada tradisi yang namanya Cucurak. Mirip dengan botram, tapi cucurak lebih ditekankan pada aspek membagi rezeki dan kebersamaan. Biasanya hidangan disajikan di atas hamparan daun pisang secara memanjang, dan semua orang makan dari alas yang sama tanpa sekat status sosial demi merayakan kegembiraan menyambut bulan suci.
Tradisi munggahan ini membuktikan bahwa Jawa Barat sangat kaya akan nilai budaya dan religiusitas. Apapun tradisinya, intinya adalah kebersamaan dan kesiapan hati dalam menjalani setiap tahapan ibadah di bulan Ramadhan nanti.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








