Sekolah Dibiayai Negara, Alumnus LPDP Dwi Sasetyaningsih Malah Viral Sebut ‘Cukup Saya yang WNI, Anak Jangan’!
BANDUNG, djabar.com – Jagat media sosial kembali heboh dengan pernyataan seorang ibu muda bernama Dwi Sasetyaningsih. Alumnus beasiswa bergengsi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini memancing amarah netizen setelah mengunggah konten yang menyebut dirinya enggan anak-anaknya menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI). Pernyataan tersebut memicu perdebatan panas mengenai etika penerima beasiswa negara yang dibiayai oleh uang pajak rakyat.
View on Threads
Kronologi Dwi Sasetyaningsih Viral dan Polemik Paspor Inggris
Awal mula kegaduhan ini bermula dari sebuah unggahan video di platform Threads dan Instagram. Dalam video tersebut, Dwi menunjukkan rasa syukurnya karena anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris (British Citizen). Namun, keterangan yang ia tuliskan justru dianggap merendahkan tanah air.
“Udah resmi jadi British Citizen. Tapi cukup saya aja yang WNI, anak-anakku jangan,” ungkapnya dengan nada ceria. Sontak saja, kalimat ini langsung disambar oleh netizen. Banyak yang menyayangkan sikapnya, mengingat latar belakang pendidikannya yang dibiayai oleh negara melalui jalur LPDP Kementerian Keuangan. Publik menilai, sebagai orang yang pernah mengecap manfaat dari Dana Abadi Pendidikan, Dwi seharusnya menunjukkan rasa nasionalisme yang lebih kuat.
Tanggapan Alumni LPDP Viral Terkait Kewajiban Negara
Menyadari dirinya menjadi sasaran kritik tajam, Dwi Sasetyaningsih segera memberikan klarifikasi panjang lebar. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melarikan diri dari tanggung jawab sebagai penerima beasiswa. Dwi mengklaim telah menunaikan masa pengabdian di Indonesia selama enam tahun, yakni sejak lulus dari Belanda pada 2017 hingga tahun 2023 lalu.
Ia menjelaskan bahwa kepindahannya ke Inggris saat ini bukan untuk kembali bersekolah, melainkan untuk menjalankan perannya sebagai seorang istri. Mengenai status anaknya, Dwi berdalih bahwa anak keduanya lahir di Inggris sehingga secara otomatis memiliki hak kewarganegaraan ganda terbatas sesuai hukum yang berlaku. Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini dirinya masih memegang paspor Indonesia dan tetap taat membayar pajak ke kas negara.
Kekecewaan Terhadap Kebijakan Pemerintah Jadi Alasan Utama
Di balik kalimatnya yang kontroversial, Dwi Sasetyaningsih mengaku bahwa ucapannya merupakan bentuk ekspresi rasa lelah dan frustrasi. Ia mengaku kecewa dengan berbagai kebijakan pemerintah Indonesia yang ia nilai tidak berpihak pada rakyat kecil. Sebagai lulusan sekolah luar negeri, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk mengkritik kondisi dalam negeri sebagai bentuk kontribusi pemikiran.
“Ungkapan ‘cukup aku saja yang WNI, anak aku jangan’ adalah bentuk kekecewaan, kemarahan, kesal terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia,” tulisnya dalam sebuah pembelaan di akun Threads miliknya. Namun, pembelaan ini justru dianggap sebagai “senjata makan tuan” oleh sebagian netizen yang merasa alasan tersebut tidak membenarkan sikap merendahkan identitas bangsa di ruang publik.
Permohonan Maaf Terbuka Setelah Gelombang Hujatan
Setelah sempat bertahan dengan argumennya, derasnya sorotan publik akhirnya membuat Dwi Sasetyaningsih melayangkan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengakui bahwa pilihan katanya memang tidak tepat dan berpotensi melukai perasaan banyak orang.
Ia menyadari bahwa rasa frustrasi pribadi terhadap kondisi negara tidak seharusnya ia sampaikan dengan cara yang merusak citra identitas kebangsaan. Dwi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya masih mencintai Indonesia dan tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata di masa depan, meski saat ini tinggal di luar negeri.
Sumber Informasi: Disarikan dari unggahan akun Threads @indra_ifa dan pernyataan resmi Dwi Sasetyaningsih di media sosial.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








