Sempat Ada Kendala, Balkot Ramadan Festival 2026 Tetap Sukses Raup Transaksi Miliaran
KOTA BOGOR, Djabar.com β Pesta rakyat di jantung Kota Bogor, Balkot Ramadan Festival 2026, resmi ditutup pada Sabtu (14/3/2026). Selama tiga hari, Halaman Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor di Jalan Kapten Muslihat berubah menjadi pusat keramaian yang tidak hanya memanjakan mata, tapi juga menggerakkan roda ekonomi warga secara signifikan.
Tak tanggung-tanggung, ajang yang digawangi oleh TP PKK dan DWP Kota Bogor ini sukses mencatatkan omzet transaksi yang fantastis, menyentuh angka Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa daya beli masyarakat, khususnya di bulan Ramadan, masih sangat kuat.
Evaluasi Jujur: Dari Masalah ke Perbaikan
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, tak menampik bahwa acara sebesar ini tidak luput dari catatan. Ia mengakui sempat terjadi insiden kecil berupa kendala teknis pada alur penukaran uang di hari pertama.
“Memang ada kendala teknis karena kurang tertibnya alur dan keterbatasan sumber daya. Tapi alhamdulillah, langsung kami benahi di hari kedua dan seterusnya berjalan lancar,” ujar Denny. Baginya, kendala tersebut justru menjadi pelajaran berharga agar festival serupa di masa mendatang bisa lebih matang dalam manajemen layanan.
Strategi Lokasi yang Jitu
Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, membeberkan alasan di balik suksesnya acara tahun ini. Pemindahan lokasi dari area Plaza ke Halaman Perpustakaan ternyata menjadi keputusan strategis.
“Kami ingin lebih dekat dengan warga. Di sini aksesnya lebih terbuka, banyak orang melintas dari arah Alun-Alun dan sekitarnya. Ternyata dampaknya positif, pengunjung lebih ramai,” kata Yantie.
Strategi lokasi ini terbukti jitu. Dengan kehadiran puluhan tenant UMKM, warga tidak hanya berbelanja, tetapi juga bisa mengakses berbagai layanan publik dan menikmati perlombaan religi seperti fashion show muslim, dai cilik, hingga tahfiz Quran.
Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Kepedulian
Di balik gemerlap transaksi miliaran rupiah, Balkot Ramadan Festival tidak melupakan sisi kemanusiaan. Acara ini menjadi wadah penyaluran bantuan sosial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Sebanyak 100 anak yatim menerima santunan langsung, sementara 120 paket sembako disebar ke enam kecamatan bagi warga yang membutuhkan. Tidak ketinggalan, 50 paket sembako khusus juga diserahkan kepada pensiunan ASN golongan I dan II.
Bagi Kota Bogor, festival ini bukan sekadar panggung jualan. Ia adalah simbol kebangkitan ekonomi lokal yang dibungkus dengan semangat berbagiβsebuah formula yang tampaknya akan terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menyambut bulan suci di tahun-tahun mendatang.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








