Siap-siap Macet! 232 Titik Halte BRT Kota Bandung Resmi Dikerjakan, Ini Titik Lokasinya
KOTA BANDUNG, Djabar.com β Pembangunan halte untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung resmi dimulai. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengonfirmasi sebanyak 232 titik halte sedang dikerjakan guna memperkuat sistem transportasi publik di kawasan Cekungan Bandung. Proyek strategis ini merupakan inisiatif Kementerian Perhubungan yang ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung, Ferlian Hadi, menjelaskan bahwa proyek ini menjangkau 22 kecamatan di Kota Bandung. Secara total, terdapat 256 titik halte off corridor di kawasan Cekungan Bandung, dengan 232 titik di antaranya berlokasi di Kota Bandung dan sisanya di Kota Cimahi.
Tiga Jenis Halte dan Lokasi Strategis
Pembangunan halte ini mengusung tiga konsep berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan lapangan. Dari 232 titik tersebut, terdapat 172 bus pole (penanda tiang), 80 small shelter, serta 4 unit big shelter.
Untuk kenyamanan penumpang, halte berukuran besar atau big shelter akan ditempatkan di empat titik vital, yakni Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong. Selain halte off corridor yang bercampur dengan lalu lintas umum (mix traffic), pemerintah juga akan membangun 37 halte on corridor yang memiliki jalur khusus dengan separator, mirip dengan sistem busway di Jakarta.
Progres Pembangunan dan Integrasi Transportasi
Saat ini, pekerjaan fisik sudah menyentuh 27 titik di sejumlah kawasan utama seperti Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion GBLA, Jalan Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, hingga Jalan Merdeka. Tahap awal pembangunan berfokus pada pembongkaran dan persiapan lahan di area yang tersebar di jalan nasional, provinsi, maupun jalan kota.
Ke depannya, sistem BRT Bandung akan menjadi tulang punggung transportasi yang terintegrasi dengan moda lainnya. Angkutan kota (angkot) nantinya akan berperan sebagai feeder atau pengumpan penumpang menuju koridor utama BRT. “Setelah pembangunan selesai, pengelolaan BRT berada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT Jasa Sarana sebagai operator sementara,” jelas Ferlian.
Dukungan Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat
Pemerintah Kota Bandung berkomitmen penuh mengawal proyek ini, mulai dari urusan perizinan hingga kesiapan lahan. Selama masa konstruksi berlangsung, Dishub Kota Bandung mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi area proyek.
Bagi warga yang memiliki masukan atau keluhan terkait pembangunan, Dishub menyediakan layanan aduan melalui nomor WhatsApp 0813-1436-704. Partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan agar integrasi transportasi publik di Bandung berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi mobilitas warga.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








