Sopir Angkutan Umum Sumedang Wajib Tes Urine dan Cek Kesehatan Jelang Mudik Lebaran 2026

KABUPATEN SUMEDANG, Djabar.com — Pemerintah Kabupaten Sumedang tidak mau main-main soal keselamatan pemudik tahun ini. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, secara tegas menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) guna menyisir para sopir angkutan umum Sumedang. Mereka bakal diwajibkan menjalani tes urine dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum mengangkut penumpang arus mudik dan balik Lebaran 1447 H.

Langkah berani ini diambil untuk memastikan tidak ada pengemudi yang nekat mengonsumsi narkoba atau bekerja dalam kondisi sakit. Menurut Bupati Dony, keselamatan warga yang ingin pulang kampung adalah harga mati. Ia ingin memastikan setiap armada yang keluar dari terminal atau pool dikemudikan oleh kru yang benar-benar prima secara fisik maupun mental.

“Kami menginstruksikan Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan BNN untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus tes urine. Ini penting agar ada jaminan keselamatan bagi penumpang,” ujar Bupati Dony saat memimpin Rakor Forkopimda di Ruang Rapat Bupati, Senin (16/3/2026).

Titik Pemeriksaan Tersebar di Jalur Utama

Bupati menekankan bahwa pemeriksaan ini tidak hanya formalitas belaka. Petugas akan disebar ke berbagai titik strategis yang menjadi urat nadi transportasi di Sumedang. Mulai dari terminal tipe A, pool-pool bus resmi, hingga jalur lintasan utama yang kerap padat kendaraan saat musim mudik.

Dony mengingatkan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat selalu berbanding lurus dengan risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi sejak dini. Dengan adanya tes urine ini, diharapkan para sopir angkutan umum Sumedang lebih disiplin dan patuh pada aturan main di jalan raya.

Dishub Siapkan Teknis di Lapangan

Menindaklanjuti perintah tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Herman Suwandi, menyatakan kesiapannya. Pihaknya segera menyusun skema teknis bersama BNN agar pemeriksaan bisa berjalan efektif tanpa mengganggu jadwal keberangkatan penumpang secara berlebihan.

Herman menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pelayanan transportasi yang berkualitas. “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat pulang ke kampung halaman masing-masing melalui wilayah Sumedang,” tuturnya.

Meski fokus utama pada kesehatan pengemudi, Pemkab Sumedang juga mengimbau pemilik jasa transportasi untuk memastikan kelaikan armada mereka (ramp check) sebelum memasuki puncak arus mudik yang diprediksi akan sangat padat tahun ini.

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.