Strategi Pemprov Jabar Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan 2026
KUNINGAN, DJABAR.COM — Menjelang momentum besar Ramadhan, Idulfitri, dan Cap Go Meh 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat mengamankan stabilitas ekonomi. Melalui forum Pasamoan Agung High Level Meeting (HLM), Pemprov Jabar bersama Bank Indonesia (BI) fokus pada pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah.
Pertemuan yang berlangsung di Taman Kota Kuningan, Kamis (05/02/2026) ini, menjadi panggung koordinasi strategis bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Hari Besar
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa peningkatan permintaan pangan di periode hari besar keagamaan harus diantisipasi sejak dini.
“Kita harus menggunakan data real-time untuk pemantauan harga. Operasi pasar dan kerja sama antar daerah adalah kunci agar tidak ada gejolak pasokan,” ujar Erwan. Ia juga mengingatkan pentingnya mitigasi cuaca ekstrem dengan berkoordinasi bersama BMKG dan BPBD agar jalur distribusi tetap lancar.
Capaian Ekonomi Jawa Barat Awal 2026
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat menunjukkan performa ekonomi yang cukup stabil:
- Deflasi Bulanan (Januari 2026): 0,09 persen.
- Inflasi Tahunan (YoY): 3,24 persen.
- Pertumbuhan Ekonomi: 5,20 persen (Hingga Triwulan III 2025).
Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Muhammad Nur, menyatakan bahwa inflasi Jabar termasuk yang terendah di Pulau Jawa. Namun, penguatan sisi suplai tetap menjadi prioritas, terutama untuk mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan Ekonomi Kabupaten Kuningan: Model “Kembali Ka Karuhun”
Kabupaten Kuningan terpilih sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, mengungkapkan bahwa daerahnya mencatat pertumbuhan ekonomi luar biasa hingga 10,4 persen pada semester pertama 2025.
Keberhasilan ini didorong oleh program unggulan pertanian bernama “Kembali Ka Karuhun”, yang meliputi:
- Subsidi Pupuk & Benih: Distribusi benih bersertifikat bagi ratusan kelompok tani.
- Infrastruktur: Pembangunan jalan usaha tani dan jaringan irigasi.
- Dampak Sosial: Penurunan angka kemiskinan menjadi 10,4 persen dan pengangguran ke level 7,5 persen.
Sinergi 4K untuk Kesejahteraan Masyarakat
Dalam penutupnya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi regional melalui aliansi “Kunci Bersama” di wilayah Ciayumajakuning dengan pendekatan 4K:
- Keterjangkauan Harga
- Ketersediaan Pasokan
- Kelancaran Distribusi
- Komunikasi Efektif
Dengan sinergi antara Pemprov, BI, dan pemerintah daerah, diharapkan stabilitas ekonomi Jawa Barat tetap terjaga, memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Hot Hot Rekomendasi Hunian
Info kerjasama iklan properti? Hubungi Admin djabar.com








