Wacana WFH ASN Sepekan Sekali, Sekda Bandung: Dongkrak Ekonomi Sektor Wisata

KOTA BANDUNG, Djabar.com — Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, tengah mempersiapkan skema penerapan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pascaidulfitri 2026. Kebijakan yang direncanakan berlangsung satu hari dalam sepekan ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Kembang. Meski saat ini statusnya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Bandung sudah melakukan langkah antisipasi agar pelayanan publik tetap terjaga optimal.

Menunggu Lampu Hijau dan Juknis Pusat

Hingga saat ini, Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengakui bahwa wacana tersebut baru disampaikan secara verbal oleh pemerintah pusat. Pihaknya tidak ingin gegabah melangkah sebelum ada hitam di atas putih yang mengatur tata cara pelaksanaannya secara detail.

“Kita masih menunggu juknis dari pusat karena ini baru disampaikan secara lisan,” ujar Iskandar saat ditemui di Mal Pelayanan Publik, Rabu (25/3/2026). Walaupun demikian, Pemkot Bandung telah menyusun berbagai skema kerja agar kebijakan baru ini nantinya selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tidak menghambat urusan administratif warga.

WFH Hari Jumat: Strategi Tarik Wisatawan Lebih Awal

Salah satu opsi menarik yang tengah digodok adalah menempatkan hari WFH pada hari Jumat. Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menilai, pemilihan hari Jumat secara strategis dapat memicu pergerakan wisatawan untuk datang ke Bandung lebih cepat dari jadwal biasanya. Hal ini diharapkan mampu memperpanjang durasi tinggal (length of stay) para pelancong di hotel-hotel maupun destinasi kuliner Bandung.

“Kalau misalnya hari Jumat WFH, orang bisa datang lebih awal ke Bandung. Ini tentu berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah kita yang memang sumber pendapatan utamanya berasal dari sektor wisata,” jelas Iskandar. Ia meyakini, jika kunjungan meningkat, perputaran uang di masyarakat juga akan semakin kencang pasca masa libur Lebaran berakhir.

Prioritas Pelayanan Publik Tidak Boleh Terganggu

Meskipun fokus pada pemulihan ekonomi lewat pariwisata, Iskandar menegaskan bahwa fungsi utama ASN sebagai pelayan masyarakat adalah harga mati. Ia menjamin bahwa penerapan WFH tidak akan membuat kualitas layanan di kantor-kantor pemerintahan menurun. Evaluasi ketat akan dilakukan untuk menentukan apakah hari Jumat adalah pilihan terbaik atau justru hari lain seperti Senin atau Selasa.

“Pada prinsipnya, pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Itu yang menjadi prioritas kami. Kita lihat nanti hasil evaluasinya sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya. Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus menyeimbangkan fleksibilitas kerja pegawai dengan kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah kota.

Sinergi Media

Konten ini diproduksi oleh tim redaksi djabar.com yang merupakan bagian dari jaringan media PT. Ragam Anak Daerah, bersinergi dengan ragamdaerah.com.